Breaking News

Reformasi dan Penyusutan Kebebasan Demokrasi

 

Reformasi dan Penyusutan Kebebasan Demokrasi

Oleh : Rahman Daeng

 

Jakarta | ChakraNews.id – Tujuan dasar reformasi yaitu terciptanya perubahan yang di harapkan oleh masyarakat Indonesia dewasa ini, akan tetapi masih belum membuahkan harapan perubahan ditengah- tengah kehidupan berbangsa dan bernegara yakni untuk memberantaskan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN), meningkatkan indek demokrasi dan mengakhiri otoritarisme. faktanya cita- cita reformasih tersebut, belum terwujud dengan sebaik- baiknya.

Namun sebaliknya yang kita hadapi saat ini di era reformasi, faktanya KKN tumbuh dan merebak bagaikan jamur dimusim hujan tengok ke kanan dan kiri serta muka dan belakang KKN tumbuh dengan subur sementara indeks demokrasi semakin merosot hal ini dapat di tandai dengan terancamnya sebuah kebebasan pers dan dimunculkannya UU ITE alias kebebasan demokrasi masih dikangkang oleh kepentingan rezim.

Hal yang sama cendrung untuk kembali menerapkan gaya kepemimpinan otoritarisme oleh rezim artinya reformasih tetap pada stagnan.

Catatan demokrasi Tahun 2019, dua peneliti politik dari Australian National University (ANU) di Canberra, Australia yaitu Edward Aspinall dan Marcus Mietzner mengatakan, demokrasi Indonesia mengalami kemuduran dan berada pada titik terendah sejak reformasi. Salah satu penyebabnya adalah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di masa pemerintahan Presiden Jokowi, terjadi penyusutan ruang kebebasan sipil (shrinking civic space) akibat pembatasan dan intervensi negara terhadap aktivitas masyarakat sipil, seperti berkumpul, berserikat sebagaimana direlis di sebuah media kompas.com.

Berdasarkan catatan tersebut bangkitkan semangat perjuangan untuk perubahan bangsa dan negara baik dari para tokoh Agama (Toga),Tokoh Masyarakat ( Tomat) dan generasi mudah yang penuh dengan energynya dan para digma,ide-ide cerdas serta keberanian untuk menegakkan amar Ma’Aruf nahi walmungkar menuju perubahan.

Untuk itu mengharapkan sosok seseorang pemimpin yang memiliki visioner,moral religius intelektualitas,kapabalitas dan integritas.

Namun tidak cukup dengan sosok pemimpin yang sifatnya personal yang mempunyai sifat Amana,Fatonah, Sidik dan Tabligh melainkan kita membutuhkan ada perubahan sebuah Rezim yang dewasa ini dinilai tidak adil,syarat dengan KKN agar kembalikan kepada Rezim yang adil dan menjalankan rodah kepimpinan yang sesuai dengan amanat UUD 45 dan sejatinya Pancasila yang termaktub didalamnya .

Rezim yang peduli dengan masyarakat kecil yakni merawat, mengayomi menuju pada perubahan dimana yang kecil akan di dorong dengan berbagai program yang produktif untuk mengangkat agar menjadi besar dan yang sudah besar akan tetap di pertahankan menjadi lebih besar lagi.

Tentuhnya dengan penuh harapan dapat menciptakan sebuah masyarakat yang adil ,makmur sejahtera sebagai cita-cita dan target dari implementasi pengelolaan pemerintahan Republik Indonesia yang bersih dan benar akan membawah perubahan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang merata ,mempercepat pembangunan di seluruh pelosok tanah air,mengtrasformasikan pendidikan politik yang baik dan menerapkan nilai-nilai sosial budaya yang beretika serta meningkatkan moral religius dan memperkuat rasah nasionalisme anak bangsa.

Oleh karena itu kedepan kita harus berhati- hati dalam menentukan dan menjatuhkan pilihan kita pada pemilihan umum untuk menentukan kepemimpinan Nasional dalam hal ini .Presiden Republik Indonesia pada periode 2024-2029 nantinya.

Pilihan pemimpin yang tepat sangat menentukan arah perubahan perjuangan Bangsa dan Negara yang lebih baik dan yang bermartabat baik di tingkat nasional maupun di mata dunia.

Avatar photo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *