Breaking News

PERSOALAN PEDAGANG KAKI LIMA DIPERSIMPANGAN JALAN PASAR PONDOK GEDE 

Chakranews.if.Jakarta-Pedagang Kaki Lima (PKL) di Persimpangan Jalan Pasar Pondok Gede, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi membuat lalu lintas di lokasi tersebut macet total dikarenakan banyak pedagang berjualan menggunakan bahu jalan dan trotoar yang diperuntukan bagi pejalan kaki.
Dari pantauan awak media di lokasi persimpangan jalan tersebut kurang lebih pukul 20.30 terjadi kemacetan lalu lintas yang diakibatkan oleh PKL yang berjualan di bahu jalan dan trotoar jalan.
Menindaklanjuti permasalahan tersebut, awak media menghubungi Kordiantor Lapangan (Korlap) Pol. PP Kecamatan Pondok Gede, Amiruloh memegaskan bahwa persoalan tersebut agak alot karena terkait dengan Pasar Atrium Pondok Gede (APG) sewa kontraknya mahal.
“Memang agak alot bang terkait APG sewa kontraknya mahal dan hanya buat pedagang yang kering seperti sayuran dan basa sudah tidak ada dan ke penampungan permata PT. Berkah Kecamatan Pondok Gede Melati sudah menfasilitasi tempat tapi mereka juga membiarkan pedagang nya berjualan di jalan dan tempat yang disewakan dari PT. Berkah itu hanya buat simpan barang tetapi jualannya di jalan. Begitu bang dan semua para koordinator pedagang pernah menanyakan bahwa PT. Berkah kontrak hanya beberapa tahun saja dan kontrak habis ya pedagang kembali lagi ke jalan. Jadi begitu bang menurut berita yang kita dapat dari para koordinator pedagang Pondok Melati dan APG Pondok Gede dan sudah melakukan pertemuan oleh para PT. Berkah dan koordinator pedagang,” Jelas Amiruloh selaku Korlap Pol. PP. Kecamatan Pondok Gede ketika dikonfirmasi via whatsapp oleh awak media (24/03/2023).
Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa dirinya hanya sebagai pelaksana atas perintah dari pimpinan. Kita sudah buatkan aturan buka pedagang jam 21.00 dan tutup jam 06.00.
“Kan kita hanya pelaksana bang perintah dari pimpinan, mungkin abang hanya baru lihat sekarang, kemarin-kemarin kita sudah buatkan aturan buka tutup dagang pada saat buka jam 21.00 ativitas orang kerja tidak terganggu dan tutup jam 06.00 sudah steril tidak ada lagi pedagang. Nanti abang boleh nanyain ke PT. Berkah aja biar jelas seperti apa ceritanya,” tutupnya.
Menanggapi hal tersebut Akademisi Yohanes Oci menjelaskan bahwa apa yang dilakukan oleh PKL tersebut telah melanggar perda Kota Bekasi No. 11 Tahun 2015 Tentang Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima. Dan Perda RTRW Kota Bekasi No. 13 Tahun 2011 dan juga UU No. 26 Tahun 2007 Tentang Tata Ruang Nasional.
“Ini jelas melanggar perda No. 11 Tahun 2015 Tentang Penataan dan Pemberdayaan PKL Kota Bekasi. Dan juga melanggar perda RTRW Kota Bekasi No. 13 Tahun 2011 serta UU No. 26 Tahun 2007 Tentang Tata Ruang Nasional, sebab bahu jalan dan trotoar itu masuk dalam kategori fasos dan fasum yang harus dilindungi dan dijaga oleh pemda Kota Bekasi saat ini. Mengatur jam oprasional berarti membiarkan masyarakat (PKL) melanggar atau mengangkangi aturan hukum yang telah dibuat oleh pemerintah sendiri,” tegas Yohanes Oci ketika dikonfirmasi via telepon (24/03/2023).(Ard)
Avatar photo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *