Breaking News

Ganjar Kampanye di Masjid Agung Banten, Warganet: Mana Bawaslu

 

Jakarta | ChakraNews.id  – Unggahan Ganjar Pranowo melalui akun twitter @ganjarpranowo mendapat reaksi dari warganet, pasalnya saat berada di Banten Minggu (28/5/2023), Ganjar justru menggunakan pelataran Masjid Agung Banten untuk bertemu dengan para simpatisan dan relawannya.

“Di pelataran Masjid Agung Banten ini kita memantabkan doa dan usaha. Agar senantiasa diberi kekuatan untuk menjaga persatuan dan perdamaian,” tulis Ganjar dikutip Sumbawanews.com, Selasa (30/5/2023).

Ganjar juga memuji arsitektur Masjid ini, “Karena itulah ajaran turun temurun yang mesti kita jaga. Bahkan dari arsitektur Masjid Agung ini saja banyak pelajaran yang tersedia,” jelas Ganjar seraya menampilkan foto pertemuan dirinya dengan para relawan di pelataran Masjid Agung Banten.

Dijelaskan Ganjar, ada tiga model arsitektur yang dipadukan di Masjid Agung Banten ini. Jawa, Cina dan Eropa. Meski memiliki filosofi yang berbeda, tapi spiritnya tetap sama bahwa ingin mengaktualisasikan bahwa Islam memberi rahmat kepada semuanya.

“Alhamdulilah spirit itu pula yang masih dijaga sampai saat ini oleh dzuriyat atau keturunan Sultan Banten,” jelasnya.

Satu di antaranya adalah beliau, KH.Tb. Ahmad Syadzilo Washi yang saat ini menjadi Pembina Kenadziran Kasultanan Banten.

“Semoga beliau senantiasa dikaruniai kesehatan. Dan kita juga bisa ketularan untuk terus menjaga dan menebar spirit persatuan tersebut,” tutup Ganjar.

Alhasil, unggahan Ganjar ini mendapat reaksi dari banyak netizen, akun Ippo Hajime @bukantuti mempertanyakan keberadaan Bawaslu, “Mana @bawaslu_RI ? Katanya melarang tempat ibadah untuk kegiatan politik? Apa kampanye sudah dimulai @bawaslu_RI. Giliran oposisi pemerintah gercep banget lu buat statemen, broadcast SMS sgala. Klo gak berani berlaku adil mending mundur, berat pertanggungjawabannya bro,” tanyanya.

Akun blegedezLU @anakodok2009 mempertanyakan dimana buzeRp yang selalu mendengungkan politisasi masjid, “Koq gk ada yg blg POLITISASI MESJID ya???,” tanyanya.

Lain pula dengan Pencari kebenaran @adhiyadna yang membuat dialog,

-Kadrun: pak, politik identitas itu spt apa to?

-Cebong: itu kampanye terselubung yg dilakukan di tempat ibadah, dg pemuka agama, dg atribut2 keagamaan. Pokoke menggunakan agama sbg kedok utk kampanye

-Kadrun: lha yg dilakukan Bp ini bukan?

Sementara akun akhmad muhyidin @akhmadmuhyidin2 menjelaskan masjid tidak boleh digunakan untuk kegiatan politik, “masjid g boleh dipake untuk kegiatan politik,” tulisnya.

Akun yunasril una @UnaYunasril menyindir kebiaasan Ganjar nonton bokep, “Kalau ini boleh dimasjid ya.. Pulangnya langsung nonton bokep kali,” unggahnya.

Pernyataan banyak diajukan oleh akun Abdullah Yanto @abdullah_yanto, “Masih menjabat kok kampanye(?) Di masjid lagi (?) Mendadak Kadrun juga lagi(?) Katanya jangan politik identitas? Lucu ngga malu ya,” tanyanya.

Pertanyaan terkait politik identitas kembali ditanyakan oleh akun Pejuang Paket @PejuangPaket81, “Pendukung nya sering teriak politik identitas. Sekarang malah calon nya yang melakukan itu…wkwkwk,” sentilnya. (red/sumbawanews.com).

 

 

 

 

Avatar photo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *