Breaking News

Distorsi Potensi Fujuraha Wa Taqwaha dan Toleransi dalam Meraih Kekuasan.

Jakarta | Chakranews.id – Toleransi dalam membina hubungan baik sesama manusia (Habluminanas) sangat dibutuhkan dalam mengatur atau menata kehidupan masyarakat baik dalam aspek kehidupan ekonomi,politik,budaya dan Sosial Kemanusiaan dalam sebuah bingkai kehidupan berbangsa dan bernegara di Republik Indonesia, sangat membutuhkan jiwa yang tumbuh sikap toleransi antara sesama.

Manusia Makhluk ciptaan Allah SWT yang mulia dengan sempurna tidak hanya di berikan akal sehatnya dan Agama namun di berikan pula kekuatan potensi fujuraha wa Taqwaha yakni potensi kebaikan dan potensi kefasikan atau keburukan.

Surat Asy-Syams Ayat 8
فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَىٰهَ
Fa al-hamahā fujụrahā wa
taqwāhā

Artinya: Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.

Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, anggota Lajnah Daaimah (Komite Fatwa Majelis Ulama KSA) menafsirkan bahwa Jiwa itu terbagi menjadi dua macam, jiwa yang rusak karena keluar dari ketaatan kepada Allah atau jiwa yang bersih dengan ketaqwaanya kepada Allah, jiwa-jiwa tidak diciptakan pada kedudukan yang sama, dan ini merupakan tanda kekuasaan Allah.
Dialah yang menjadikan jiwa-jiwa itu dalam ketaqwaan atau kefasikan.

Potensi yang diberikan oleh Allah SWT kepada umatnya untuk bisa mengelolah dengan baik tergantung manusianya bagaimana dalam menyikapi atau mengelolah potensi jiwanya yang ada dalam dirinya, apakah kekuatan potensi kebaikan yang lebih mendominasi dalam jiwanya atau sebaliknya potensi Fujuraha kefasikan atau kejahatan.

Jika yang menonjol dalam jiwanya potensi kebaikan/ketaqwaan maka akan lahirlah atau terimplementasi dalam kehidupan akan muncul sikap terpuji yakni lebih cendrung memiliki sifat Amanah, Fathonah dan sidik, sebaliknya jika tidak mampu mengelolah potensi dalam diri dengan baik akan mengalami distorsi atau pengurangan potensi Ketaqwaan dan di menangkan oleh potensi fujuraha Kefasihkan,(kejahatan) tercermin dalam polah tingkah dan tingkah laku Yakni merasa paling super, sok kuasa, sombong, angkuh,tukang fitnah, profokator dan Korupsi.

Potensi-potensi tersebut, melekat dalam diri kepribadian manusia termasuk aku, kamu dan kita semua.
Untuk itu sebagai insan yang lemah kita selalu terjaga dan terukur dalam mengelolah potensi diri sehingga dapat dimenangkan potensi ketaqwaan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari yang mewarnai kehidupan yang penuh dengan dinamika,pluralisme dan majemuk.

Dalam bingkai toleransi harus dapat meletakan sikap yang proporsional yakni menepatkan sudut pandang kehidupan yang eklusif bukan inklusif karena kedepannya tidak menutup kemungkinan kabupaten Nagekeo sangat berpeluang terbuka bagi siapa saja yang mau tinggal di sini. Makanya untuk menjaga kestabilan dan kondisi yang kondusif di perlukan sikap toleransi, saling menghormati, menghargai dengan tetap berpijak pada kearifan lokal, adat istiadat yang kian melekat dan perekat terbukti sangat kuat membangun komitmen toleransi selama ini terawat dengan baik di tengah- tengah masyarakat Nagekeo dalam bingkai kebhinekaan, Pancasilais, Agama dan moral religius itulah modal dasar kita dalam kebersamaan untuk sama- sama merespon percepatan pembangunan minimal dapat bersetara dengan kabupaten lainnya di Flores dan mendorong terciptanya kehidupan masyarakat adil dan sejahtera menuju kemakmuran di Kabupaten Nagekeo yang kita cintai.

Bahwa dalam konteks merespon sebuah perbedaan merupakan bentuk dinamika dalam kemajuan yang menjujung tinggi peradapan kemanusiaan namun tidak dapat kita pungkiri adanya gesekan sebatas perdebatan akal sehat ,gagasan , pendapat, ide, bagian dari dinamika kemerdekan manusia yang memiki potensi kebaikan dalam kontes negara yang berdemokrasi ini.

Untuk itu jangan sesekali mengangkangi kebebasan dalam mengemukakan pendapat atau pikiran yang konstruktif dan juga tidak baik profiling dan klasterisasi keberadaan publik justru bertolak belakang dengan kodrat nilai- nilai kemanusiaan dan demokrasi yang dianut di Republik ini.

Manusia makhluk yang di ciptakan oleh Allah SWT dengan penuh sempurna dan menjujung tinggi harkat dan martabatnya serta melekat dengan hak asasinya yakni hak kemerdekan individu antara lain kebebasan untuk berpendapat,menyampaikan ide dan gagasannya serta melakukan kreatifitas dan inovtaif .

Diharapkan pemerintah dalam memberikan perlindungan terhadap hak-hak individu negaranya dalam bidang hukum tidak diskriminasi dan tidak ada pembedaan perlakuan jikalau pelakunya dari kalangan penegak hukum seperti polisi, tentara dan lain-lain.
Diharapkan kepada masyarakat mempunyai rasa saling menghormati dan saling menjaga hak-hak individunya agar ada jaminan kepastian hukum atas haknya masing-masing.

Akan tetapi lebih celakanya lagi jika ada sekelompok yang berkompetensi menafsirkan kebebasan kemerdekan dengan syarat kepentingan. Apakah aspek ekonomi, politik dan lain-lain sebagainya bahkan merebut kekuasan dengan cara-cara tidak santun atau tipu muslihat dan bahkan kemudian tegah mendzolimin atau mungkin dapat disebut membunuh karakter politik manusia lain nya.

Demi meraih dan memuluskan serta memuaskan nafsu fujuraha (kejahatannya) rela menghalalkan segala cara diraihnya.

Perbuatan tersebut sangat tidak dibenarkan dan bertentangan dengan sudut pandang yang selalu di tanamkan dan diajarkan oleh para leluhur yang senantiasa mengedepankan nilai-nila kemanusiaan yang berlandaskan Pancasila, Budaya, Agama dan Moral.

Sebagai masyarakat yang berlandaskan idelogi Pancasila dan moral relegius akan mengutuk keras cara- cara yang tidak sehat dalam berkompetensi apapun tidak hanya terbatas pada persoalan politik namun termasuk aktifitas lain misalnya olah raga, bola kaki atau voly ball dan lainnya.

Penulis : Rahman Daeng.

Avatar photo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *