Breaking News

Dana Hibah BUMN ke PWI dengan Dalih Cash-back

Jakarta / Chakranews id— Ini (semacam) testimoni dari Bendahara Umum PWI, Marthen Selamet Susanto.

Kronologi Dana Cash Back Bantuan BUMN untuk UKW:

  • Desas-desus cash back BUMN sudah merebak di beberapa kalangan pengurus PWI sebelum

peringatan HPN 20 Feb 2024.

  • ⁠Kabar ini saya redam dulu hingga peringatan HPN pada 20 Februari 2024 usai. Saya sebagai

Ketua Pelaksana HPN tentu harus konsentrasi ke HPN agar acara berjalan lancar.

  • ⁠Selesai HPN, saya yang juga Bendahara Umum PWI wajib cari tahu kebenaran kabar desas-

desus cash back tersebut. Bagaimana bisa saya sebagai bendahara umum PWI tidak mengetahui

(kalau benar) ada dana keluar dalam jumlah besar.

  • Saya tanya kepada staf sekretariat PWI bagian keuangan, Lia. Menurut Lia, dari Rp 6 miliar

dana BUMN tersebut sudah masuk ke rekening PWI sebesar 3,6 M. Rinciannya pada akhir

Desember 1,3 M dan 500 juta, kemudian pada 12 Februari masuk 1,8 M.

  • ⁠Masih menurut Lia, dari 3,6 M dana yang sudah masuk itu, sudah keluar dari rekening PWI

sebagai cash back sebesar 540 juta pada akhir Desember, 540 juta pada 13 Februari. Ada juga

fee kepada yang dianggap berjasa disetujuinya bantuan BUMN tersebut (Syarif) sebesar 691

juta (19 persen dari dana masuk). Total dana yang keluar 1,771 M atau sekitar 49 persen dari

3,6 M.

  • 29 Februari 2024 saya menerima undangan dari Sekjen untuk hadir di Rapat Internal PWI yang

akan berlangsung pada 5 Maret 2024

  • ⁠5 Maret 2024 saya hadir di rapat internal. Meski di undangan yang saya terima hanya

mengundang pengurus harian, ternyata hadir juga dari DK (Pak Sasongko dan Bu Uni), dari

Dewan Penasihat (Bang Ilham dan Bang Timbo).

  • ⁠Rapat membahas apa benar ada cash back kepada oknum BUMN.

  • ⁠Saat diberikan kesempatan berbicara, saya menjelaskan bahwa sebagai bendahara umum saya

tidak tahu sama sekali ada uang keluar sebesar itu dari rekening PWI.

  • ⁠Untuk cash back 540 juta pada akhir Desember 2023 bisa jadi saya tidak tahu karena saya

sedang berada di luar negeri.

  • ⁠Namun untuk cash back 540 juta pada 13 Februari saya ada di Jakarta, hampir tiap hari saya ke

Kantor PWI karena persiapan HPN. Tetapi kenapa saya tidak diberi tahu ada dana keluar dari

rekening PWI sebesar itu.

  • ⁠Saya juga menjelaskan soal fee kepada yang dianggap berjasa menggolkan bantuan BUMN

untuk UKW. Fee sebesar 19 persen itu di luar ketentuan. Saya mulanya membuat peraturan fee

bagi siapa saja yang berhasil menggolkan sponsorship untuk PWI sebesar 10 persen. Tapi saat

diminta ketemu Ketum untuk membicarakan fee sponsorship BUMN saya tidak bisa hadir. Saya

wakilkan kepada Wakil Bendahara Umum, dan disepakati fee sebesar 15 persen. Tapi fee yang

diterima Syarif ternyata 19 persen dari gross uang masuk.

  • ⁠Setelah rapat 5 Maret saya cari tahu lagi ke Lia, siapa yang tanda tangan cheque dana cash back

tersebut?

  • ⁠Cash back akhir Desember yang tanda-tangan cheque Sekjen (Sayid Iskandarsyah) dan Wakil

Bendahara Umum (M Ihsan).

  • ⁠Koq bisa Wakil Bendahara Umum tanda tangan cheque. Bukankah dalam Peraturan Rumah

Tangga PWI pasal 12, ayat 14 tentang tugas, wewenang, dan tanggung jawab Bendahara Umum

pada huruf C disebutkan: “Bersama Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal menandatangani

cheque dan surat-surat berharga lainnya.

  • ⁠Cash back 13 Februari, cheque ditandatangani Ketum dan Sekjen.

Kasus Korupsi Dana Hibah BUMN oleh PWI Pusat

Page 2 of 2

  • Setelah menerima penjelasan dari Lia tentang siapa yang menandatangani cheque, saya

menelpon Wakil Bendum. Saya tanya, kenapa ada dana keluar dari PWI sebesar itu, Bendahara

Umum koq tidak tahu? Wakil Bendum tidak menjawab.

  • Wakil Bendum malah menawari saya untuk menggunakan orang yang bisa membuat laporan

keuangan beres. Saya saat itu setuju saja.

  • 6 Maret 2024. Setelah saya pertimbangkan secara matang, tawaran Wakil Bendum untuk

menggunakan orang yang bisa membuat laporan keuangan beres, saya tolak. Saya dibilang

tidak konsisten. Saya jawab, untuk hal ini saya harus tidak konsisten.

  • Antara 6 dan 14 Maret, persisnya kapan saya lupa. Saya tanya Lia, siapa yang mencairkan

cheque untuk cash back? Untuk akhir Desember, pencairan dilakukan Yudi, staf sekretariat

PWI. Yang kedua 13 Februari pun oleh Yudi.

  • Lantas siapa yang mengantar uang tersebut ke orang BUMN, Lia gak tau persis tapi ada tanda

terimanya. Yang 540 pertama, penerimanya dengan tanda tangan huruf awal G. Penerima 540

juta yang kedua, tanda tangan penerima tertulis Sekjen.

  • Dimana tanda terima tersebut? Dijawab Lia, diminta Pak Ihsan.

  • 14 Maret 2024, saya bertanya via telepon ke Wakil Bendum, dimana tanda terima cash back?

Dia jawab, saya simpan. Kenapa Pak Ihsan simpan, koq bukan di Lia saja. Dia jawab, tanya

Ketum saja.

  • 18 Maret 2024, Lia memberi tahu saya kalau uang dari BUMN sudah masuk lagi 1M. Jadi total

dana yang sudah masuk 4,6M.

  • 26 Maret 2024, pada hari yang sama dengan buka puasa dan malam apresiasi kepada para

sponsor HPN di Hall Dewan Pers, DK mengadakan rapat di Kantor Pusat Lantai IV Gedung

Dewan Pers. Saya diundang di rapat DK. Dari DK yang tidak hadir hanya Iskandar. Saya

kembali jelaskan keterangan yang saya peroleh dari Lia sepeti yang sudah saya tulis di atas.

  • 3 April 2024. Saya ketemu Yudi di depan Mushollah Dewan Pers. Saya tanya, setelah uang 540

juta kamu ambil dari Bank, kamu bawa kemana uangnya? Dia jawab, yang pertama (akhir

Desember) dia bawa ke kantor dan diserahkan ke Sekjen. Kemudian Sekjen bersama Syarif

Hidayatulloh, dan Riza (Humas) mengantar uang tersebut. Yang 540 juta yang kedua juga sama,

dibawa ke kantor dan diserahkan ke Sekjen.

Kesimpulan:

  1. Dana sponsorship BUMN untuk UKW yang sudah disetor ke rekening PWI adalah Rp 4,6

Miliar

  1. Sebesar 1,5 M telah digunakan untuk UKW di 10 provinsi.

  2. ⁠Dikeluarkan untuk cash back kepada orang BUMN Rp 1,080 M.

  3. Ditransfer untuk fee Syarif karena dianggap berjasa menggolkan bantuan BUMN tersebut

sebesar Rp 691 juta. Apa benar Syarif ini yang berjasa menggolkan dana bantuan BUMN.

Bukankah ini atas perintah Presiden Jokowi saat menerima pengurus PWI di Istana?

  1. Kementerian BUMN menyatakan bahwa pihaknya sudah mentransfer ke rekening PWI sebesar

Rp 3,6 M, kemudian bertambah Rp 1 M. Jadi total sudah Rp 4,6 M yang ditransfer ke rekening

PWI.

  1. Kementerian BUMN juga menyatakan bahwa tidak satu pun orang BUMN yang menerima cash

back dari PWI.

  1. Uang sudah keluar Rp 1,080 M dari rekening PWI untuk cash back, tapi pihak BUMN

membantah menerima cash back tersebut. Kemana larinya uang Rp 1,080 M tersebut.

  1. Lantas siapa orang yang tanda tangannya ada di tanda terima cash back Rp 540 juta akhir

Desember dengan huruf awal G di tanda tangan?

  1. Lantas kemana larinya cash back Rp 540 juta 13 Februari dengan tanda terima yang

ditandatangani Sekjen tersebut?

Sumber: Wartawan (sangat) senior PWI, dikirimkan langsung via WA ke Sekretariat PPW.

( Red /Rudi )

Avatar photo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *